Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Produktivitas lahan di Sabu Raijua ungkap Marthen Dira Tome, sungguh mengesankan, dengan satu hektar lahan kinu mampu menghasilkan hingga 60 ton garam per bulan.
Ini bukan hanya menunjukkan potensi besar bagi Kabupaten Sabu Raijua tetapi juga bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan. Dengan penutupan impor garam, NTT memiliki peluang emas untuk menjadi salah satu penyumbang utama kebutuhan garam nasional.
“Langkah ini bukan hanya tentang meningkatkan produksi garam, tetapi juga tentang membangun kemandirian dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Dengan teknologi yang tepat dan dukungan yang kuat, NTT dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencapai swasembada garam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.
Marthen Dira Tome juga berpesan kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan garam Sabu mulai dari hulu atau tambak, proses pengkutan atau kondektur dan sopir serta para buruh dipelabuhan menjaga kualitas garam Sabu Raijua.
“Panas matahari tidak boleh dilihat sebagai bencana tetapi harus ditatap sebagai anugerah. Karena Tuhan sudah kasih anugerah, maka kita boleh menjual kemiskinan dengan berbagai macam alasan kesulitan” tegas Marthen .
