Nyala Asa di Bumi Flores, Prolog: Saat Bumi Flores Menangis

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG_3153_copy_1008x756_copy_403x302_copy_302x226

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Di dalam tenda-tenda tersebut, anak-anak duduk berhimpitan di atas lembaran terpal plastik dengan papan tulis sederhana yang terbuat dari triplek lapuk. Namun, keterbatasan fasilitas sama sekali tidak memadamkan api semangat belajar mereka.

PIPEBI Bergerak dari Seluruh Nusantara dan Berbagai Belahan Dunia

Bacaan Lainnya

Di tengah tumpukan puing-puing bangunan dan duka yang menyelimuti, ada satu wujud nyata dari ketulusan hati bangsa ini yang hadir tanpa pamrih, yakni gerakan solidaritas kemanusiaan dari Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI).

Dari ujung barat Sabang hingga perbatasan Merauke, bahkan meluas hingga perwakilan luar negeri seperti Tokyo dan New York, para ibu anggota PIPEBI menyatukan niat, merapatkan barisan, dan menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk menggalang dana kemanusiaan.

Misi utama PIPEBI hanya satu: meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Pulau Flores.

Sebagai sebuah organisasi perempuan yang selama bertahun-tahun konsisten bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan, UMKM, sosial, dan dunia pendidikan, pengurus pusat dan daerah PIPEBI memandang bencana gempa bumi ini bukan sekadar urusan distribusi logistik semata. Lebih dari itu, bencana ini menyangkut perlindungan martabat kaum perempuan, serta anak-anak di tenda-tenda pengungsian yang sangat rentan.

Pos terkait