Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Apresiasi kedua diberikan terhadap pendekatan program tematik, khususnya yang difokuskan pada penanganan stunting.
Melki Laka Lena menilai, langkah tersebut menunjukkan arah pembangunan yang lebih terukur, dan langsung menyasar persoalan mendasar, yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, apresiasi ketiga diberikan atas komitmen inklusi sosial dalam proses pembangunan, terutama dengan melibatkan kelompok difabel.
Menurut Melki Laka Lena, pendekatan tersebut mencerminkan kepedulian pemerintah daerah terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Selain itu, Melki Laka juga menyoroti skema pembagian anggaran yang dinilai adil karena tanpa menambah beban keuangan daerah.
“Seluruh 51 kelurahan di Kota Kupang mendapatkan alokasi yang sama, yakni Rp500 juta, dengan fleksibilitas menentukan program sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Melki Laka Lena.
Menurutnya, pola ini menjadi langkah maju untuk menciptakan pemerataan pembangunan sekaligus menghindari potensi ketimpangan antarwilayah.
Sementara itu,





