Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Melalui aksi pengangkatan kantong-kantong sampah dari sela terumbu karang ini, Mapala Undana secara langsung sedang memperingatkan ancaman bahaya biologis tersebut kepada publik.
Dampak jangka panjangnya, jika perilaku membuang limbah sekali pakai ini tidak dihentikan, kehancuran terumbu karang di perairan Alak akan memicu migrasi massal ikan ke laut dalam.
Hal ini secara instan akan mematikan mata pencaharian nelayan tradisional Kupang akibat merosotnya hasil tangkapan. Lebih mengerikan lagi, akumulasi mikroplastik pada hasil laut yang dikonsumsi, berisiko memicu lonjakan penyakit degeneratif kronis, seperti kanker pada generasi masa depan NTT, menjadikan isu kebersihan laut sebagai urusan hidup dan mati bagi masyarakat Flobamora. (*)
