Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kita jadikan Sabu sebagai Israel di NTT dengan berbagai teknologi pertanian yang moderen. Panas di Sabu itu adalah anugerah, untuk pembuatan garam dengan kualitas super,” ujar SPK.
SPK mengatakan, untuk menggerakkan sektor pertanian secara masif, maka semua kalangan harus berpartisipasi aktif, termasuk kaum muda dan milenial.
Petani saat ini kata SPK, bukan lagi pekerjaan kelas bawah, karena dengan teknologi yang moderen saat ini, orang bisa hidup dengan sejahtera lewat hasil pertanian.
“Kedepan kita akan bina petani muda atau petani milenial. Kita latih dan beri modal lalu kita siapkan pasarnya,” papar SPK.
Diakui SPK, pihaknya pernah bikin petani muda keren di pulau Bali bersama KASAD. Ada ribuan anak muda yang bertani dan menguasai pasar moderen, yang mana hasil pertanian mereka dijual secara online.
“Saya baru dua kali datang ke SaRai, tapi pulau ini akan saya jadikan seperti israel. Kita tiru pertanian yang ada di Israel, untuk diterapkan di sini. Kedepan kita akan tidur di kebun dengan para petani-petani muda,” pungkasnya.(*)
