Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Komoditas yang menjadi penyumbang utama naiknya NTP, kata Matamira Kale, yakni kenaikan harga gabah, kakao atau biji coklat, jambu mete, dan jagung. Keempat komoditas ini mendorong indeks yang diterima petani, meningkat signifikan.
“Secara umum, kenaikan NTP ini menunjukkan posisi nilai tukar hasil produksi pertanian, terhadap biaya yang dikeluarkan petani mengalami kenaikan dibanding Juli 2026.
Selain NTP, lanjut Matamira Kale, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Agustus 2026 sebesar 105,92, atau naik 0,88 persen dibanding Juli 2026.
“NTUP merupakan perbandingan antara indeks yang diterima petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal, tanpa memperhitungkan indeks konsumsi rumah tangga. Dengan demikian NTUP lebih mencerminkan kemampuan sektor pertanian dalam berproduksi,” urainya.
Kenaikan NTUP, ujar Matamira Kale, didorong oleh peningkatan pada subsektor tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan budidaya ikan. Sementara subsektor holtikultura dan peternakan justru tercatat mengalami penurunan.
