Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja
memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah.
“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujar Fadli.
Fadli menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah yang dimiliki BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif.
“Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.
Menurut Fadli, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan
perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi.





