Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Lebih lanjut dia menjelaskan, Inflasi Y-on-Y pada Januari 2026 sebesar 3,34 persen, atau mengalami kenaikan dibandingkan Desember 2025, dengan inflasi Y-on-Y sebesar 2,39 persen.
“Inflasi Y-on-Y Januari 2026 terjadi, karena kenaikan 9 dari 11 kelompok pengeluaran,” papar Putu Dita.
Dijelaskan Putu Dita, kelompok pengeluaran dengan andil Inflasi W-on-W Januari 2026, tertinggi adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,71 persen, diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan Andil 1,16 persen.
“Andil inflasi W-on-W lainnya terjadi pada kelompok pendidikan sebesar -0,08 persen, dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan dengan andil -0,04 persen,” ungkap dia.
Dikatakan Putu Dita, komoditas tarif listrik memberikan andil tertinggi sebesar 1,70 persen, sedangkan komoditas emas perhiasan memberikan andil inflasi terbesar kedua yaitu sebesar 1,03 persen.
“Komoditas lainnya yang mendorong inflasi W-on-W adalah beras, bawang merah dan daging babi,” kata Putu Dita.





