Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
SPK berfikir keras, kondisi seperti ini tidak bisa berdiam diri, butuh dukungan orang besar untuk bisa sampai di Kupang.
“Dan kalau saya saat ini ada di hadapan bapak-ibu, itu karena saya juga punya koneksi. Tapi tidak mau pamer saja, seperti orang lain,” ujar SPK.
SPK hanya ingin meyakinkan, bahwa dirinya juga bisa telpon dengan siapa saja, tapi bukan untuk pamer dan makan puji.
SPK menjelaskan, sebelum dirinya menggunakan jalur koneksi yang dia punya, SPK telah bolak-balik Waingapu – Tambolaka untuk bisa terbang ke Kupang. Tapi upaya normal itu tidak membuahkan hasil, karena kondisi alam yang memaksakan otoritas bandara untuk tidak mengijinkan penerbangan dari Pulau Sumba ke Kupang.
“Kondisi ini artinya, saya juga memiliki dukungan untuk membangun NTT. Jangan menyerah dengan kesulitan. Saya mau bilang, tampaklah lemah di saat kita kuat dan kuatlah di saat kita lemah. Tuhan tidak tutup mata untuk tujuan yang mulia,” ujar SPK.
Dia juga menyampaikan bahwa dukungan masyarakat di Pulau Sumba sangat luar biasa untuk Paket SIAGA. Semangat itu menyebar ke pelosok-pelosok sehingga arus dukungan merata di semua wilayah untuk paket SIAGA.





