K-24 Group dan Sarihusada Dorong Pencegahan Stunting Melalui Festival Sehat Ceria si Kecil

Reporter: win 
| Editor: redaksi
9_copy_1500x1000_copy_375x250

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Salah satunya adalah NTT, yang masih memiliki angka prevalensi stunting tertinggi kelima di Indonesia, yaitu sebesar 37,0% (214.143).

Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, yang hadir mewakili
Gubernur NTT, menekankan bahwa upaya mengatasi stunting, membutuhkan kerja sama lintas sektor dan menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas utama pembangunan pemerintah daerah NTT.

Bacaan Lainnya

“Di Indonesia, stunting sebagai salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan SDM saat ini. Dengan geografis dan sosio-ekonomi yang unik, NTT kerap mencatatkan angka prevalensi stunting yang cukup tinggi di tingkat nasional,” tegas Iien.

Kondisi ini bukan sekadar masalah sektor kesehatan, melainkan sebuah ancaman eksistensial, terhadap masa depan pembangunan NTT.

Lebih lanjut drg. Iien mengatakan, salah satu akar masalah stunting di NTT, adalah rendahnya pemahaman orang tua, mengenai pentingnya 1000 HPK, serta terbatasnya akses terhadap produk nutrisi khusus, untuk anak-anak yang menunjukkan gejala gagal tumbuh.

Pos terkait