Jangan Hanya Kenyang! Waspadai Dampak Makanan Instan bagi Kesehatan Usus dan Imunitas

IMG-20261019-WA0014_copy_236x221
Oleh : Karolina Theodora Bokilia **)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Contohnya mudah ditemukan di
sekitar kita, seperti pepaya, pisang, jambu biji, bayam, kangkung, daun kelor, jagung, serta kacang-kacangan.

Mengonsumsi pangan yang beragam lebih dianjurkan daripada hanya mengandalkan
satu jenis makanan atau suplemen. Dalam ilmu gizi, pendekatan yang mempelajari peran zat gizi dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh dikenal sebagai imunonutrisi.

Bacaan Lainnya

Tujuannya bukan membuat sistem imun terus aktif, melainkan membantu tubuh memberikan respons yang tepat dan
mengendalikan peradangan ketika diperlukan.

Mulai dari Kebiasaan Makan Sehari-hari
Mengurangi ketergantungan pada makanan ultra-proses tidak harus dilakukan secara ekstrem.

Masyarakat dapat memulainya dengan menambahkan sayuran pada menu, memilih buah sebagai camilan, serta lebih sering mengonsumsi ikan, telur, tahu, atau tempe. Saat membeli makanan kemasan, biasakan membaca label dan memperhatikan kandungan gula, natrium, serta lemak jenuh.

Makanan instan masih dapat dikonsumsi sesekali, tetapi sebaiknya tidak menjadi pilihan utama setiap hari.

Pos terkait