Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Zat-zat ini dibutuhkan untuk melawan infeksi, tetapi respons yang berlebihan atau berlangsung terus-menerus dapat berkontribusi terhadap peradangan kronis. Peradangan kronis sistemik adalah peradangan berkepanjangan yang dapat melibatkan berbagai jaringan dan organ.
Meski demikian, hubungan
antara makanan ultra-proses, gangguan mikrobiota, dan peradangan masih terus diteliti. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa semua makanan instan pasti menyebabkan kerusakan usus
atau menurunkan imunitas.
Serat Pangan, Sahabat bagi Mikrobiota Usus
Kabar baiknya, menjaga kesehatan usus dapat dimulai dari pilihan makanan sehari-hari. Salah satu caranya adalah mencukupi kebutuhan serat dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian
utuh.
Serat tertentu difermentasi oleh mikrobiota usus sehingga menghasilkan asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA). Salah satunya adalah butirat, yang membantu menyediakan energi bagi sel-sel usus dan mendukung fungsi lapisan pelindungnya.
Selain serat, buah dan sayuran mengandung fitokimia, seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa alami ini sedang diteliti karena berpotensi membantu mengatur proses peradangan dan mendukung hubungan antara mikrobiota dengan sistem kekebalan tubuh.
