Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Di wilayah perbatasan, sekolah ini bukan sekadar beton dan semen, melainkan simbol kedaulatan negara dan investasi masa depan,” ujar Eko.
Menurut Eko, pihaknya ingin memastikan anak-anak bangsa di pelosok NTT, mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa harus merasa tertinggal dari saudara-saudaranya di kota besar.
Eko menambahkan bahwa melalui komitmen TJSL, PLN akan terus hadir menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Dukungan PLN tidak hanya menyentuh fisik bangunan, tetapi juga memastikan ekosistem belajar dan mengajar yang sehat. Fasilitas yang diserahkan meliputi:
* 3 Ruang Kelas Modern dan 1 Ruang Guru yang representatif.
* Fasilitas Sanitasi (MCK) yang layak dan pembangunan Sumur Bor untuk akses air bersih.
* Meubeler Lengkap (meja, kursi, lemari) yang ergonomis untuk mendukung konsentrasi kegiatan belajar mengajar di kelas.
Pergumulan Panjang Berujung Manis
Kisah haru datang dari Trayanus Oktovianus Mikael Kameo, tokoh adat Amfoang Timur. Ia mengenang masa sulit saat awal pembangunan sekolah tahun 2017. Meski telah mengantongi izin operasional, mereka tidak memiliki gedung.
