Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Karena itu, ia mendorong agar perputaran uang dipertahankan di dalam daerah melalui produksi dan konsumsi produk lokal. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah penguatan jaringan pemasaran seperti NTT Mart.
“Kita harus bangga beli produk NTT. Kalau kita terus beli dari luar, uang kita keluar terus. Tapi kalau kita produksi sendiri, uang berputar di sini,” ujar Melki.
Program “SMK Membangun Desa” sendiri dirancang untuk memperkuat konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product. Melalui pendekatan ini, desa, sekolah, dan komunitas didorong memiliki produk unggulan masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan kegiatan ini merupakan kerja sama antara pemerintah desa dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Belu.
Ambrosius menyebut kegiatan berlangsung 29 Maret hingga 1 April 2026, dengan fokus pelatihan keterampilan seperti tenun ikat, menjahit, dan pengolahan pangan lokal. Sasaran utama program ini adalah masyarakat desa, khususnya anak usia sekolah yang putus sekolah.





