Gubernur Melki Ajak ASN Kerja Kolaboratif Dukung Pertumbuhan Ekonomi Baru

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Hal ini sejalan dengan upaya mengurangi defisit perdagangan NTT yang saat ini mencapai Rp51 triliun, ekspor hanya Rp7 triliun sementara impor mencapai Rp59 triliun.

“Kalau kita bisa isi sebagian dari defisit ini dengan produk lokal, ekonomi rakyat akan tumbuh dan pendapatan asli daerah (PAD) kita ikut naik,” ujarnya optimistis.

Bacaan Lainnya

Melki juga berbagi pengalaman kunjungannya ke Polandia, di mana ia bertemu konsul kehormatan yang sedang membangun Anjungan Bali dan merencanakan pembangunan Anjungan NTT dengan dana pribadi hampir Rp250 miliar.

Bahkan, Gubernur diminta mengirim alat musik Sasando elektrik ke seluruh Kedutaan Besar RI di luar negeri sebagai alat promosi budaya NTT.

Namun, di tengah upaya pengembangan ekonomi dan promosi budaya, Gubernur juga menyoroti tantangan fiskal akibat penambahan ASN. Pada tahun ini, NTT menerima tambahan 1.380 CPNS dan akan menyambut sekitar 11.000 pegawai PPPK baru hingga akhir 2025.

Hal ini diperkirakan akan menaikkan belanja pegawai dari 38 persen menjadi 56 persen dalam struktur APBD, yang dinilai tidak sehat secara fiskal.

Pos terkait