Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan teknologi, akses modal, dan kepastian pasar agar petani tidak berjalan sendiri. Pemprov, kata dia, akan membuka ruang seluas-luasnya untuk investasi dan inovasi di sektor pertanian.
“Pertanian NTT harus modern, berdaya saing, tapi tetap berpihak pada petani kecil. Itu prinsip pembangunan inklusif yang kita dorong,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Sudaryono, Ketua Umum HKTI, yang juga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), bahwa Provinsi NTT menjadi salah satu wilayah prioritas, dalam pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“NTT prioritas untuk kita buka dapur-dapur baru. Sekarang sudah ada 27 ribu dapur di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono.
Menurutnya, pengembangan dapur MBG di NTT tidak hanya soal menambah jumlah, tetapi juga memastikan tata kelola yang baik. Pelaksanaan program diarahkan agar dapat diawasi, transparan, dan meminimalkan risiko kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di beberapa daerah.





