Di Antara Air, Benih, dan Kebersamaan: Ada Harapan Disemai dari Sawah Bello

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

“Anakan padi ini kami rawat bersama dari awal. Saat waktunya tanam, semua anggota turun ke sawah. Tidak ada yang bekerja sendiri, karena hasilnya juga untuk kepentingan bersama,” ujar Yohana.

Yohana menegaskan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama kelompok tani di Bello. Mulai dari pengolahan lahan, penggunaan traktor, hingga penanaman, semuanya dilakukan secara sukarela oleh anggota kelompok.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak hitung upah. Yang kami jaga adalah kebersamaan dan keberlanjutan sawah ini,” tambahnya.

Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menilai aktivitas pertanian warga sebagai wujud nyata ketahanan sosial di tingkat lingkungan.

Menurutnya, sawah tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga merawat nilai persatuan.

“Kalau sudah masuk musim tanam, warga saling bantu tanpa melihat siapa pemilik sawah. Semua merasa bertanggung jawab. Inilah kekuatan orang Bello,” kata Takene.

Ia berharap semangat kolektif tersebut terus dijaga, terutama oleh generasi muda, agar pertanian lokal tidak hanya bertahan, tetapi berkembang di tengah tantangan zaman.

Pos terkait