Di Antara Air, Benih, dan Kebersamaan: Ada Harapan Disemai dari Sawah Bello

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.com, Kupang – Di tengah sunyi persawahan Bello, kehidupan bergerak perlahan. Tidak dengan tergesa, tetapi dengan keyakinan.

Dari saluran air yang mengalir tenang hingga anakan padi yang hijau menyala, sawah-sawah ini menyimpan cerita tentang ketekunan, gotong royong, dan harapan yang terus ditanam dari musim ke musim.

Bacaan Lainnya

Di hamparan sawah RT 006 RW 003, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, seorang petani duduk tenang di bibir saluran irigasi.

Ia membelakangi petak persemaian yang dipenuhi anakan padi muda, hijau, rapat, dan siap dipindahkan. Air yang mengalir pelan menyentuh kakinya, seakan menjadi jeda sejenak sebelum kerja panjang kembali dimulai.

Tak banyak kata, namun pemandangan itu menyimpan makna mendalam, tentang relasi manusia dengan tanah yang memberinya hidup.

Ketua Kelompok Tani Wanita Kamboja Bello, Yohana Bistolen, mengatakan bahwa setiap musim tanam selalu dimulai dengan kerja bersama. Bagi mereka, sawah bukan sekadar lahan produksi, tetapi ruang kebersamaan.

Pos terkait