Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Di Rote pengembangannya berada pada satu kawasan, sehingga manfaat ekonominya dinikmati masyarakat di sekitar kawasan itu. Berbeda dengan Sabu. Tambak garam tersebar dari timur, barat hingga wilayah tengah pulau. Artinya manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di hampir seluruh Pulau Sabu,” urai Iban Medah.
Menurut Iban Medah, penyebaran kawasan produksi garam tersebut menciptakan pemerataan ekonomi karena peluang usaha dan lapangan kerja tidak terpusat hanya di satu lokasi.
Ia menilai pengembangan potensi tersebut merupakan bentuk pemanfaatan anugerah sumber daya alam yang telah diberikan kepada masyarakat Sabu Raijua.
“Kalau sumber daya sebesar ini tidak dikembangkan, berarti kita menyia-nyiakan anugerah Tuhan,” katanya.
Iban Medah menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh memandang garam hanya sebagai komoditas untuk kebutuhan dapur.
Menurutnya, nilai ekonomi terbesar justru berada pada industri turunan yang dapat berkembang dari komoditas tersebut.
“Garam bukan hanya garam meja untuk konsumsi. Garam akan melahirkan banyak industri,” ujarnya.





