Dari Aktivis Untuk Gubernur: Melki Laka Lena dan Ikhtiar Mendengar Suara Rakyat di Tanah Toleransi

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.com, Kupang – Dibawah teriknya panas matahari, yang berdiri tegak di atas kepala, membakar aspal halaman Kantor DPRD NTT hingga beruap panas. Ratusan mahasiswa berdesak, suara pengeras suara meraung, spanduk terangkat tinggi, dan orasi bergema silih berganti. Keringat bercampur dengan amarah muda yang tak sabar didengar.

Di sepanjang dua jalur Jalan El Tari, tepat di depan Gedung DPRD Provinsi NTT, ratusan aparat berdiri bersiaga. Barisan mereka rapih, menjaga ritme langkah anak-anak Flobamoratas, yang tengah memperjuangkan suara hati demi kebaikan Nusa NTT.

Bacaan Lainnya

Di antara mereka terbentang pagar kawat yang melilit sepanjang jalan. Namun pagar itu bukanlah tembok pemisah, melainkan penanda bahwa keamanan dan aspirasi bisa berjalan seiring, dalam satu ikhtiar merawat kedamaian rahim provinsi ini.

NTT memang kerap dilabeli sebagai daerah termiskin. Angka-angka statistik sering menempatkannya di urutan terbawah. Tetapi di balik angka itu, ada kekayaan lain yang tak tercatat dalam tabel: kemewahan jiwa warganya.

Pos terkait