Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Bangsa tidak runtuh ketika gedung-gedungnya hancur. Bangsa runtuh ketika rasa persaudaraan di antara rakyatnya hilang,” ungkapnya.
Mengutip pemikiran Henry Ford, Wali Kota menyampaikan bahwa datang bersama adalah sebuah permulaan, tetap bersama adalah sebuah kemajuan, dan mampu bekerja bersama merupakan sebuah kesuksesan.
“Mari kita buktikan bahwa keberagaman di Kota Kupang bukan alasan untuk terpisah, tetapi alasan untuk semakin kuat sebagai satu keluarga besar. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meski berbeda,” ajaknya.
Ia menambahkan, apabila nilai-nilai Pancasila terus hidup di hati masyarakat, maka Indonesia akan tetap kuat, dan Kota Kupang akan terus menjadi rumah yang nyaman, aman, damai, serta penuh harapan bagi semua orang.
Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan bangku taman kepada Pemerintah Kota Kupang dari Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Fakultas Teknik Dili Institute of Technology (DIT) Timor-Leste. Bantuan tersebut diserahkan oleh Dekan Fakultas Teknik Unwira, Dr. Don Gaspar N. Da Colista, S.T., M.T., dan diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.





