Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — Keberagaman yang dimiliki Kota Kupang bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus terus dijaga bersama.
Pesan ini disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat pimpin Upacara Hari Kelahiran Pancasila, di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Senin (1/6/2026).
“ Keberagaman bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Dan kita semua selalu bisa hidup dalam sebuah harmoni,” tegasnya usai membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dikatakan Christian, harmoni tidak berarti semua orang harus sama atau seragam, melainkan hidup dalam keseimbangan dan saling menghargai perbedaan yang ada.
“Kita ibaratkan Kota Kupang seperti kain tenun yang tersusun dari berbagai warna, motif, dan pola yang berbeda, namun menghasilkan keindahan ketika dirangkai secara proporsional,” jelas Christian.
Lebih lanjut, Christian mengungkapkan bahwa fondasi utama, yang menjaga harmoni tersebut adalah Pancasila. Pancasila memiliki kedekatan historis dengan Nusa Tenggara Timur karena lahir dari perenungan Bung Karno di Ende.





