Christian Widodo: Bangun Kota Harus Seiring dengan Membangun Spiritualitas Warga

Reporter: win 
| Editor: redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Menurutnya, menjadi imam bukanlah soal posisi atau kedudukan, melainkan tentang kerendahan hati dan pengabdian.

“Menjadi imam ini bukan berarti menjadi lebih tinggi dari yang lain, tetapi menjadi turun lebih dalam. Lebih dalam dalam doa, lebih dalam dalam pengorbanan, lebih dalam dalam ketulusan, lebih dalam dalam pelayanan, dan lebih dalam dalam keberanian, meskipun kadang jalannya sunyi dan terasa berat,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Christian Widodo juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada imam yang baru ditahbiskan.

“Harapan saya ke depan, semoga panggilan ini terus dijalankan dengan penuh keteguhan, ketulusan hati, dan keikhlasan. Kadang memang kita harus berani, dan keberanian itu sering kali berarti tidak selalu disukai oleh semua orang,” harap dia.

Lebih lanjut, Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang, untuk terus membuka ruang kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk unsur keagamaan.

“Pemerintah Kota Kupang selalu terbuka terhadap semua kerja sama dan kolaborasi, dengan semua unsur agama, komunitas, LSM, partai politik, gereja, masjid, dan seluruh elemen masyarakat. Di tengah keterbatasan dan tantangan, kita membutuhkan kerja kolaboratif dari semua pihak,” tegasnya.

Pos terkait