Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kami percaya, jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, ekonomi NTT akan tumbuh lebih kuat dan inklusif,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengungkapkan rencana penguatan kerja sama ekonomi kawasan.
“Saat ini, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi Bali dan NTB tengah mengembangkan kerja sama kawasan Sunda Kecil, untuk membangun keterhubungan ekonomi antar provinsi,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Melki Laka Lena, kerja sama juga direncanakan dengan Provinsi Maluku, Maluku Utara, serta enam provinsi di Papua sebagai bagian dari penguatan kawasan selatan dan timur Indonesia.
“Produk-produk UMKM akan menjadi salah satu pengungkit utama dalam kerja sama kawasan ini. Kapal-kapal putih yang dulu menghubungkan NTT, Maluku, dan Papua akan kita aktifkan kembali sebagai penghubung antarwilayah,” jelas Gubernur Melki.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik C. P. Koenunu, selaku Ketua Panitia Pameran, dalam laporannya menyampaikan bahwa pameran di NTT Fair Bimoku melibatkan 200 stand UMKM, terdiri atas 50 UMKM dari Kota Kupang, 50 UMKM dari Kabupaten Kupang, dan 100 UMKM binaan Pemerintah Provinsi NTT.





