Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Di sanalah semangatnya mengakar — sebuah tempat di mana keberanian diuji bukan hanya lewat senjata, tapi lewat hati yang teguh menjaga keadilan.
Ketika kesempatan datang untuk mengikuti seleksi penugasan internasional, Ara melangkah dengan keyakinan. Ia melewati tahap demi tahap.
Tes CAT psikologi dan bahasa Inggris, kemudian tes lanjutan di Pusat Misi Internasional Polri — mulai dari menembak, mengemudi, kemampuan taktis, hingga penguasaan bahasa asing seperti Prancis dan Inggris.
Dari ratusan yang mencoba, hanya 154 orang yang berhasil mencapai tahap pelatihan, dan dari jumlah itu, 140 personel terbaik dipilih untuk berangkat. Putra Sabu Raijua dari Kampung Mapipa itu ada di antara mereka.
Selama tujuh bulan pelatihan Pre Deployment Training (PDT), Ara ditempa bukan hanya secara fisik, tapi juga batin. Ia belajar bahwa menjadi bagian dari Formed Police Unit (FPU), di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan sekadar tugas—melainkan panggilan kemanusiaan.
Dalam keterangan resminya, Kepolisian Negara Republik Indonesia, kembali mengirimkan 140 personel Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 MINUSCA, untuk bertugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.
