Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kami ingin masyarakat di dalam maupun di luar Kota Kupang mengetahui bahwa Kota Kupang telah menunjukkan berbagai kemajuan. Hal-hal baik yang sudah dilakukan tentu patut diapresiasi dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain serta pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Cakti.
Namun, Cakti menegaskan bahwa diskusi publik tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi ruang apresiasi terhadap pemerintah.
Menurutnya, IMM ingin memastikan bahwa apresiasi terhadap capaian pemerintah berjalan beriringan dengan sikap kritis dan konstruktif. Karena itu, forum tersebut juga diarahkan untuk merumuskan gagasan serta rekomendasi konkret mengenai agenda pembangunan yang masih perlu dikerjakan bersama.
“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti pada apresiasi. Kami juga ingin mengetahui arah pembangunan Kota Kupang ke depan, apa saja yang masih menjadi tantangan, dan langkah konkret apa yang dapat dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Kota Kupang tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
