Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang – Keberhasilan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sorotan utama Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026. Pameran yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) NTT ini sukses membukukan total penjualan UMKM sebesar Rp609.892.308 hanya dalam tiga hari pelaksanaan.
Capaian ekonomi tidak berhenti di transaksi ritel. Melalui sesi business matching ekspor, FCE 2026 menghasilkan Letter of Intent (LoI) senilai sekitar Rp27 miliar per tahun.
Salah satu bukti konkret UMKM naik kelas adalah kesepakatan ekspor kakao antara koperasi petani kakao di Kabupaten Sikka dengan buyer asal Australia, dengan pengiriman awal sebanyak 20 ton senilai Rp1,1 miliar.
Kepala KPw BI NTT, Adidoyo Prakoso menegaskan, FCE dirancang sebagai akselerator UMKM, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, pelestarian budaya, hilirisasi komoditas, digitalisasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
‘Pada sektor wastra, kopi, dan kuliner, UMKM didorong meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah agar siap menjangkau pasar lebih luas,” tegas Adidoyo.
