Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Target kita bersama, literasi dan numerasi di Kupang meningkat. Ke depan, Indonesia bisa masuk 10 besar dari atas,” harap Ernezt.
Sebelumnya, Program Director Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa, Amanda Simanjuntak mengakui peringkat literasi dan numerasi Indonesia masih rendah.
“Dari 80 negara, Indonesia berada di posisi 70 atau ranking 10 dari bawah. Kondisi ini menjadi tantangan dan PR bersama,” kata Amanda.
Menjawab persoalan itu, kata Amanda, diluncurkan aplikasi Gurubot berbasis AlAI yang dikemas dalam bentuk game menyenangkan. Aplikasi ini dirancang sebagai asisten bagi guru, bukan pengganti.
“Gurubot membantu mengajar, memantau progres siswa, dan memberikan rekomendasi intervensi yang tepat karena pembelajaran bersifat personal,” jelas Amanda.
Dengan aplikasi Gurubot, kata Amanda, guru dapat melihat perkembangan tiap anak secara real time. Ke depan, aplikasi ini diharapkan membantu meningkatkan literasi dan numerasi di Kota Kupang.
Visinya, Indonesia bisa masuk ranking 10 besar dari atas, untuk itu, Amanda, juga memohon masukan guru agar aplikasi terus disempurnakan. (win)
