Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Menurut Nugroho, setiap site yang kembali beroperasi, berarti semakin banyak masyarakat yang dapat kembali terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, dan mendukung koordinasi selama masa tanggap darurat.
“Salah satu tantangan terbesar adalah terganggunya pasokan listrik. Dampak gempa menyebabkan trafo jatuh, tiang listrik roboh, hingga kabel jaringan distribusi terputus,” ujar dia.
Untuk menjaga operasional site, lanjut Nugroho, Telkomsel mengerahkan 44 fixed genset, 27 mobile genset, serta 29 pack battery backup. Mobile genset bahkan didatangkan dari luar pulau karena kondisi akses yang sulit.
“Selain listrik, longsor juga menutup sejumlah ruas jalan sehingga mobilisasi personel dan perangkat harus mencari rute alternatif. Tim melakukan pemetaan site berdasarkan prioritas dan dampak terhadap layanan masyarakat,” tambah Nugroho.
Meski seluruh site telah kembali beroperasi, jelas dia, Telkomsel tidak berhenti di situ. Monitoring kualitas layanan, optimalisasi jaringan, pengecekan kestabilan daya, dan penguatan infrastruktur terus dilakukan.
