Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Winston mengingatkan bahwa persoalan yang sebelumnya ia soroti di Rote Ndao menunjukkan pentingnya membedakan kecukupan kuota, pelaksanaan pengiriman, dan dugaan penyimpangan penjualan. Ketiganya memerlukan pemeriksaan serta tindakan yang berbeda.
Ia juga meminta evaluasi kuota tidak semata-mata bertumpu pada realisasi penjualan tanpa memperhitungkan gangguan pasokan.
“Jangan sampai distribusi tersendat membuat realisasi rendah, kemudian angka itu dibaca sebagai rendahnya kebutuhan masyarakat dan menjadi alasan mengurangi kuota berikutnya. Kegagalan penyaluran tidak boleh berubah menjadi pengurangan alokasi bagi rakyat,” tegasnya.
Winston secara khusus menolak pengecer kecil dijadikan kambing hitam kelangkaan BBM. Menurutnya, pemeriksaan harus menjangkau seluruh rantai pasokan, termasuk keputusan distribusi Pertamina.
“Keberpihakan saya kepada orang kecil tidak bisa ditawar. Banyak pengecer mencari nafkah sekaligus melayani warga yang jauh dari SPBU. Jangan mereka paling cepat dituding menimbun, sementara keputusan penyaluran dalam jumlah jauh lebih besar belum diperiksa dengan kesungguhan yang sama,” ujarnya.





