Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Pada awal November 2025, mereka berinisiatif melakukan perbaikan penahan secara swadaya agar akses jalan tetap aman digunakan.
“Kalau hujan deras, jalan ini makin terkikis. Kami khawatir suatu saat bisa putus total. Karena itu warga sepakat bergerak bersama agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Lembertos Taneo.
Langkah tersebut kemudian mendapat perhatian Wali Kota Kupang. Salah seorang warga, Aloysius Tani, secara langsung menyampaikan kondisi tersebut kepada Wali Kota pada November 2025 lalu. Respons pun datang cepat.
Christian Widodo segera meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, untuk turun ke lokasi dan melakukan pengukuran terhadap area longsor sepanjang kurang lebih 20 meter.
“Waktu kami sampaikan langsung, Pak Wali Kota langsung merespons. Tidak lama setelah itu, petugas dari PUPR datang ukur lokasi. Kami sangat bersyukur karena aspirasi kami didengar,” kata Aloysius Tani.
Tindak lanjut nyata dilakukan pada Januari 2026, saat Dinas PUPR mulai membangun penambahan penahan banjir di lokasi tersebut. Pekerjaan ini disambut sukacita oleh warga karena memberikan rasa aman dan kenyamanan, khususnya bagi pengguna jalan.





