Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Senada dengan hal tersebut, Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, menambahkan bahwa selain aspek akademis, gala dinner pembuka ini sengaja didesain untuk mencairkan sekat komunikasi dan membangun kepercayaan (trust) antardelegasi sebelum masuk ke dalam sidang-sidang ilmiah yang padat.
Kemeriahan pembukaan secara simbolis ditandai dengan penukaran cendera mata dan pementasan seni budaya etnik oleh mahasiswa FKKH Undana.
Akselerasi Status
Urgensi dari penunjukan Undana sebagai episentrum AJIVE ke-10 ini adalah komitmen nyata sektor akademik untuk melakukan intervensi sains terhadap komoditas peternakan di NTT.
Melalui semangat sinergi Indonesia-Jepang, standardisasi kesehatan hewan di NTT ditargetkan dapat meningkat pesat demi menjamin keamanan pangan hewani sekaligus mendongkrak kesejahteraan peternak lokal. (*)
