Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Sejalan dengan itu, BU Provinsi NTT senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama TPID dan TP2DD Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa inflasi Kab. Sikka per 2025 tercatat sebesar 0,38 persen (yoy). Sedangkan pada Februari 2026 inflasi pada kabupaten tersebut tercatat sebesar 3,05 persen (yoy), yang diakibatkan oleh normalisasi tarif listrik, mengingat adanya insentif diskon tarif listrik pada Januari – Februari 2025.
“Berdasarkan data pada tahun 2024 dan 2025, inflasi diperkirakan akan terjadi pada bulan dengan festive season seperti Paskah, maupun perayaan lainnya,” jelas Adidoyo.
Untuk itu, lanjut Adidoyo, perlu dilakukan beberapa upaya pengendalian Inflasi, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dibarengi dengan subsidi ongkos angkut, sidak pasar, himbuan belanja bijak, hingga pengembangan KAD B2B (business-to-business), dan pengembangan komoditas klaster pangan berdasarkan local champion.
Selain itu, BI Provinsi NTT menyampaikan, bahwa penerimaan pajak dan retribusi Kab. Sikka, Flores Timur, dan Lembata di tahun 2025 secara umum meningkat. Namun, masih terdapat ruang optimalisasi pada ketersediaan dan pemanfaatan kanal digital belanja daerah di Kabupaten Flores Timur dan Lembata untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.





