Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Tingkat kemiskinan di perkotaan sebesar 6,71 persen, sedangkan di pedesaan 21,64 persen. Angka kemiskinan di pedesaan hampir tiga kali lipat, dibandingkan perkotaan,” ujar Matamira Kale.
Secara nasional, tambah Matamira Kale, 31 provinsi mengalami penurunan tingkat kemiskinan, sementara 7 provinsi termasuk NTT mengalami peningkatan.
“NTT masih tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi ke-6 di Indonesia. Pada Maret 2026 NTT menempati urutan keenam dari 7 provinsi yang mengalami peningkatan, dengan kenaikan sebesar 0,02 persen,” aku Matamira Kale.
Selain persentase, lanjut dia, aspek kedalaman dan keparahan kemiskinan, juga perlu diperhatikan. Indeks kedalaman kemiskinan menggambarkan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin ke garis kemiskinan. Semakin jauh jaraknya, upaya mengangkat penduduk miskin semakin sulit.
“Pada Maret 2026 indeks kedalaman kemiskinan naik di perkotaan maupun pedesaan. Di perkotaan naik dari 0,756 pada September 2025 menjadi 0,931 pada Maret 2026. Di pedesaan naik dari 3,699 menjadi 3,857,” ungkapnya.
