Tepat Usia 70 Tahun, Paul Liyanto Luncurkan Buku Biografi: Diberkati untuk Memberkati

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG_20261025_105009_copy_384x216

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.com, Kupang  — Tepat diusia 70 tahun, tokoh pendidikan NTT, Abraham Paul Liyanto, meluncurkan buku biografinya yang berjudul “Diberkati untuk Memberkati”. Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan hidup, tetapi pesan inspirasi bagi generasi muda.

“Jelang 70 tahun memang tidak mudah perjalanannya. Kesehatan dan keluarga dan pertolongan Tuhan adalah anugerah yang sangat berharga dan kita harus menghargainya,” ujar Paul Liyanto dalam acara peluncuran, di aula Universitas Citra Bangsa (UCB), Sabtu (24/10/2026).

Bacaan Lainnya

Paul Liyanto yang juga Anggota DPD RI, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada keluarga, teman-teman masa kecil, rekan kerja, dan orang-orang hebat yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

Diakui Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM)  ini, bahwa buku tersebut  mendapat dukungan dari tokoh-tokoh nasional, seperti mantan Ketua dan Anggota DPD, Irman Gusman, mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe dan lima sahabat serta yang lainnya.

“Buku diberkati untuk memberkati, bukan sekadar cerita saja, tapi harus menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berjuang dan berhasil. Bagi saya keberhasilan bukan hanya harapan yang ingin kita capai, tapi apa yang bisa kita berikan kepada sesama,” tegas Paul Liyanto.

Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes dalam sambutannya, menilai buku tersebut memiliki makna mendalam tentang arti keberhasilan.

“Buku ini memiliki kesan yang sangat luas, dan makna yang sangat mendalam. Bahwa keberhasilan hidup seseorang tidak semata-mata diukur dari apa yang dia miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dinikmati orang lain,” ujar Frans Salesman.

Menurut Frans Salesman, buku ini mengajak kita semua untuk melihat berkat yang diterima setiap hari, dan tuntunan untuk menata hidup saat ini maupun masa depan. Bagi kami judul buku ini sebagai semangat untuk menjadi bekal dalam kami menapaki dan membangun UCB saat ini maupun masa depan.

Frans Salesman mengungkapkan, UCB yang baru berusia 7 tahun 4 bulan telah mengalami perkembangan pesat. Pada awal penggabungan dari STIKes CHMK (yang telah berjalan sekitar 10 tahun) dan STKIP CBN, jumlah program studi baru berjumlah enam, dan saat ini sudah ada 15 program studi dari lima fakultas.

“Pada saat penggabungan jumlah mahasiswa ada 480 mahasiswa, saat ini berjumlah 8.456 orang. Ini suatu rahmat dan kebanggaan kita. Ini semua hasil inspirasi dari pemilik buku biografi ini,” katanya.

UCB bahkan telah membuka Fakultas Ilmu Kedokteran dan sudah berjalan satu semester.

“Sosok Paul telah memberikan kontribusi yang sangat penting, dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan di Citra Bangsa dari PAUD hingga universitas. Kami menyadari, dalam membangun institusi pendidikan bukan hal mudah, dibutuhkan misi dan keberanian mengambil keputusan yang berisiko,” ujarnya.

Kini, UCB telah memberikan bukti dan karya nyata bagi NTT, dalam menciptakan tenaga kerja terampil yang sudah diminati beberapa negara di dunia, diantaranya Australia, Jepang, Singapura, Jerman dan Italia. (win)

Pos terkait