Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Saat berlangsungnya RDP tersebut, Bank NTT juga secara terbuka menjelaskan kondisi kinerja tahun 2025, khususnya terkait realisasi deviden yang diterima Pemerintah Provinsi NTT, yang berada di angka Rp29,6 miliar, di bawah target yang ditetapkan.
Charlie Paulus menegaskan, kondisi tersebut bukan karena lemahnya potensi bank, melainkan akibat sejumlah faktor transisi manajemen, dan kebijakan pembenahan internal, yang kini justru memperkuat fondasi keuangan Bank NTT ke depan.
“Kredit baru tumbuh di akhir tahun, sementara kami juga melakukan pembukuan biaya-biaya yang sebelumnya tidak dicatat. Ini bagian dari upaya menata bank agar lebih transparan dan sehat,” ungkap Charlie Paulus.
Dijelaskan Charlie Paulus kewajiban-kewajiban penting seperti pembayaran Rp7,3 miliar ke Jamkrindo, dan kewajiban pajak kini sudah dicatat dan dipenuhi secara terbuka, demi menjaga kredibilitas Bank NTT dan kelangsungan program strategis seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). (*/win)





