Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Keterlibatan pemilik angkutan umum dan masyarakat desa, menjadi poin penting. Keselamatan penumpang tidak hanya ditentukan kondisi kendaraan, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kelayakan operasional, perilaku pengemudi, dan kesadaran pengguna jalan.
Sementara kehadiran siswa SMP dan SMA, diharapkan memperkuat edukasi keselamatan sejak usia sekolah. Generasi muda sebagai pengguna jalan perlu memahami pentingnya penggunaan helm, patuh rambu dan marka, tidak berkendara ugal-ugalan, serta menghindari perilaku berisiko.
Melalui FKLL, koordinasi antar pemangku kepentingan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.
Sinergi pemerintah daerah, kepolisian, instansi teknis, pengelola angkutan, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem transportasi yang aman dan tertib.
“Dengan terlaksananya FKLL di Desa Oenino, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas di jalan, khususnya di Kabupaten TTS,” tutup panitia. (hms)
