Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Kami tidak ingin penanganan ini berhenti, setelah anak-anak diantar pulang. Kami turun langsung ke rumah mereka untuk melihat apa yang kurang. Apakah karena faktor ekonomi orang tua, kebutuhan modal usaha, atau bantuan sosial yang belum menjangkau mereka,” ujar Christian Widodo.
Menurutnya, persoalan pekerja anak tidak bisa diselesaikan hanya melalui penertiban. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga memperoleh dukungan yang memadai sehingga anak-anak dapat kembali fokus pada pendidikan dan tumbuh kembangnya.
Komitmen tersebut langsung terlihat saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendatangi salah satu rumah anak yang terjaring dalam operasi tersebut.
Dalam dialog bersama keluarga, mereka mendengar langsung kisah seorang nenek yang merawat cucunya. Sang cucu terpaksa berjualan kerupuk, untuk membantu biaya sekolah karena kakeknya mengalami stroke sejak tahun 2024, sementara neneknya tidak lagi mampu berjualan sayur keliling setelah mengalami patah tangan akibat kecelakaan.
