Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Undana memasang target realisasi pertengahan tahun sebesar 45 persen guna mengantisipasi dinamika keterlambatan dana hibah, dengan angka deviasi minus saat ini hanya sebesar 5 persen yang dinilai masih dalam batas aman.
“Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mampu mencapai angka 30-an persen, tahun 2026 ini tercatat meningkat drastis berkat akselerasi belanja dalam 15 hari terakhir,” urai Prof. Paul Tamelan.
Akselerasi tersebut mencakup penuntasan belanja modal sebesar Rp10 miliar untuk termin pembangunan gedung fasilitas kampus, serta Rp6 miliar untuk rehabilitasi fisik Rumah Sakit Umum (RSU) Undana. Sementara itu, realisasi belanja gaji telah menyentuh angka 55,9 persen, yang berada di atas standar karena didorong oleh pencairan penuh Gaji ke-13 atas kebijakan Undana sebagai instansi Badan Layanan Umum (BLU).
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) membukukan serapan tertinggi sebesar 73,87 persen akibat akselerasi riset yang cepat, disusul sektor Lahan Kering Kepulauan sebesar 51,71 persen. Sebaliknya, Fakultas Sains dan Teknik (FST) baru menyerap 8,39 persen, dan UPT TIK berada di posisi terendah sebesar 5,38 persen akibat faktor transisi kepemimpinan baru. (*)




