Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Selama ini, pengabdian perguruan tinggi di desa sering bersifat sporadis dan seragam. Bantuan yang diberikan, tidak selalu sesuai karakteristik wilayah, sehingga alat pertanian sering mangkrak dan pelatihan ekonomi tidak tepat guna.
Melalui model klasterisasi wilayah dan pembagian peran ahli yang presisi, pola tersebut diantisipasi. Dampaknya, 42 desa sasaran di sembilan kecamatan kini mendapat solusi sesuai kebutuhan geografis dan ekonomi masing-masing.
Desa pesisir akan didorong meningkatkan nilai jual komoditas lewat hilirisasi produk perikanan yang dibimbing klaster kelautan. Desa lahan kering mendapat kepastian pasokan pakan ternak berkelanjutan. Sementara itu, kehadiran Tim Guru Besar memastikan seluruh inovasi teknis dipayungi regulasi desa yang kuat.
Dengan demikian, setelah tim Undana ditarik pada akhir Agustus, sistem tata kelola ekonomi dan data yang dibangun diharapkan tetap berjalan mandiri.
Ini menjadi langkah nyata Undana, mendukung visi Kabupaten Kupang Emas, melalui riset dan pengabdian yang berdampak langsung ke masyarakat. (*)





