Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Ini bagian dari identitas sejarah Kota Kupang yang tidak boleh hilang,” ujarnya.
Kawasan Airnona sendiri kini telah banyak berubah seiring perkembangan kota. Namun, sejumlah elemen lama, termasuk bangunan kolonial dan kolam tua, masih bertahan sebagai saksi bisu perjalanan sejarah.
Belanda mulai menanamkan kekuasaannya secara intensif di Kupang sejak 1653, ketika VOC di bawah pimpinan Kapten Johan Burger merebut wilayah ini dari Portugis. Sejak saat itu, Kupang menjadi salah satu titik strategis kolonial di kawasan timur Nusantara.
Rumah tua di Airnona bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang ingatan kolektif tentang penjajahan, perlawanan, dan lahirnya semangat kebangsaan.
Ketika Merah Putih pertama kali berkibar di tanah NTT, sejarah seolah berlabuh di tempat ini. Kini, rumah itu menunggu keputusan: dirawat sebagai warisan budaya bangsa atau perlahan hilang bersama runtuhnya dinding-dinding tua yang menyimpan kisah besar perjalanan Indonesia di timur Nusantara. (*/win)





