Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Pintu kayu tua dengan kaca buram terbuka ke dalam ruangan yang redup, dipenuhi tumpukan barang lama, peti, timbangan usang, perabot kayu, dan lemari besar yang warnanya telah pudar.
Ventilasi kecil di bagian atas dinding menjadi satu-satunya jalur cahaya, menciptakan bayang-bayang panjang yang mempertegas kesan waktu yang seolah membeku.
Di tengah kondisi itu, Anderson menyampaikan harapan sekaligus kegelisahan.
“Kalau pemerintah berniat menjadikan rumah ini sebagai rumah sejarah dan situs budaya, silakan. Tapi kalau tidak ada perhatian, saya terpaksa menggusurnya,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan keluarga untuk proaktif membantu pemerintah daerah apabila lokasi tersebut ditata dan dikembangkan sebagai situs budaya dan ruang edukasi publik.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, rumah bersejarah ini berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda.
Dukungan juga datang dari Lurah Airnona, Jean V. C. Ratu, ST. Ia meminta agar bekas rumah peninggalan Belanda tersebut segera dicatat dan ditetapkan sebagai situs budaya.





