Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Menurutnya, rumah itu dulunya dihuni pejabat Belanda, dan menyimpan berbagai peninggalan penting.
Keberadaan lorong bawah tanah tersebut, kata Anderson, membuka kemungkinan masih tersimpannya benda-benda peninggalan Belanda maupun Jepang. Kisah-kisah yang hidup dalam ingatan keluarga turut memperkuat aura historis rumah tua itu.
“Sering kali kalau ada orang baru menginap di sini, mereka mendengar bunyi sepatu seperti pasukan yang sedang berbaris,” ujarnya.
Bagi keluarga, suara-suara itu bukan semata cerita mistis, melainkan gema aktivitas masa lalu dari ruang yang pernah menjadi pusat kekuasaan kolonial.
Anderson mengungkapkan, dahulu banyak barang peninggalan kakeknya tersimpan di dalam rumah. Namun, sebagian besar hilang karena rumah sempat dimasuki orang tak dikenal saat keluarga tidak berada di tempat.
Meski demikian, hingga kini masih tersisa sejumlah benda lama, antara lain peti besi dan beberapa buku kesehatan berbahasa Belanda, yang masih disimpan di dalam rumah.
Secara fisik, rumah tua di Airnona itu menunjukkan tanda-tanda kelelahan usia. Atap seng bergelombang tampak kusam, dinding tebalnya mengelupas, dan bagian bawah bangunan memperlihatkan bekas rembesan air, serta pengikisan tanah.
