Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Pangkalan harus menjual langsung kepada masyarakat. Jatahnya juga harus diperhatikan, jangan sampai ada yang membeli berlebihan. Kalau dijual lagi, harganya pasti sulit kita kontrol,” tegas Christian.
Saat ini Kota Kupang memiliki 5 agen dan 836 pangkalan minyak tanah. Christian menekankan fungsi distribusi harus benar-benar sampai ke masyarakat.
Menanggapi keluhan stok cepat habis, Pemkot telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengusulkan penambahan kuota.
“Setelah ini saya langsung tindak lanjuti. Saya akan tanda tangan surat pengajuan permohonan penambahan kuota sebesar 500 kiloliter atau 500 ribu liter,” ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan minyak tanah Kota Kupang 2025 mencapai sekitar 22 ribu kiloliter. Sementara kuota 2026 diperkirakan 21 ribu kiloliter atau turun 2,2 persen.
Christian menilai persoalan bukan hanya pasokan, tetapi juga pola distribusi dan praktik penimbunan.
Sales Branch Manager Pertamina NTT, Mohammad Ali Uraidy, mengimbau masyarakat, melaporkan jika ada pangkalan menjual di atas HET melalui Call Center 135 atau Disperindag Kota Kupang. Sanksi tegas hingga pemutusan hubungan usaha akan diberikan.





