Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
BarometerNTT.com, Kupang — AI sebagai “akal imitasi” yang tidak boleh sampai menggerus esensi kemanusiaan, logika sehat, serta integritas moral. Sehingga wisudawan harus jadi pion catur pelayanan, dalam memecahkan problem sosial.
Hal ini diungkapkan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam pidato ilmiahnya pada mengukuhkan 800 wisudawan Doktor, Magister, dan Sarjana pada sesi pertama Wisuda Periode II Tahun 2026 di Auditorium Undana, Kupang, pada Selasa (30/6/2026).
Jefri Bale kali ini memilih figur “pion” sebagai refleksi jalan hidup para lulusan baru, yang mana menguraikan tiga karakter dasar pion yang wajib diadopsi: pantang mundur, memaknai setiap langkah kecil dengan kejujuran, serta berani berkorban demi maslahat publik yang lebih besar.
“Pion yang konsisten melangkah maju, pada akhirnya akan mencapai ujung papan, dan bertransformasi menjadi bidak yang jauh lebih kuat,” tegas Jefri Bale.
Rapat senat terbuka ini juga diwarnai dengan pemberian apresiasi tinggi atas capaian internasional Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Bella Cantare Undana yang sukses memenangi gelar Winner kategori Mixed Voice serta medali emas kategori Musica Sacra dan Folklore pada ajang Sarawak International Choir Festival and Symposium 2026 di Malaysia. (*)





