Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
Lebih lanjut, Menteri Fadli mengungkapkan bahwa forum ini akan mengadopsi Joint Statement bertajuk “A Shared Vision for Sustainable and Resilient Pacific” sebagai bentuk komitmen kolektif negara-negara Pasifik dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan disrupsi digital.
“Dokumen rekomendasi kebijakan antar-Menteri Kebudayaan negara-negara Pasifik ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan diplomasi budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan IPACS 2025 dikemas secara menarik dan kolaboratif dengan diawali dengan program pra-acara residensi budaya pada 3–10 November 2025, yang melibatkan perwakilan dari 10 negara Pasifik dan enam provinsi di Indonesia bagian timur.
Selama residensi, para peserta berfokus pada tiga tema utama, yakni kerajinan bambu, musik tradisional, dan tari tradisional.
Hasil dari proses residensi ini akan ditampilkan dalam bentuk pertunjukan dan pameran pada acara puncak IPACS 2025.





