Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Minggu Bagi Anak dengan Disabilitas di GMIT Getsemani Tarus Timur

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

Pada hari pertama, dua narasumber utama menyampaikan materi secara daring. Pdt. Dr. Totok S. Wiryasaputra, Th.M., Kons., Sp. Kedukaan, membahas pendekatan psikospiritual dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus.

“Pendampingan pastoral bukan hanya soal pengajaran, tetapi juga membangun hubungan yang mendukung pertumbuhan rohani dan emosional anak,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menekankan pentingnya menerima anak berkebutuhan khusus sebagai anugerah Tuhan yang harus dirangkul dengan cinta dan pemahaman.

Sementara itu, Nency Aprilia Heydemans, M.Si, Ketua Program Studi Pastoral Konseling Fakultas Teologi IAKN Manado, memaparkan strategi inklusif dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Dalam sesi seminar, ia menjelaskan, pemahaman inklusif dalam pastoral konseling adalah panggilan untuk menerima dan mendukung semua individu tanpa memandang latar belakang atau kondisi. Ini adalah panggilan untuk bertindak nyata.

Hari kedua difokuskan pada pelatihan teknik dasar pastoral konseling, dengan peserta yang hadir secara luring. Pdt. Nini Mandira Lani-Sir menyampaikan materi “Gereja dan Anak dengan Disabilitas,” yang menyoroti pentingnya gereja sebagai ruang inklusif bagi semua anak.

Pos terkait