Pemprov NTT Genjot Perlindungan Disabilitas, Lansia dan Pekerja Migran

Reporter: win 
| Editor: redaksi
IMG-20260815-WA0011_copy_528x357_copy_396x267

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com

+Gabung

BarometerNTT.co, Kupang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dasa Cita Keempat ingin memperkuat Perlindungan, untuk disabilitas, lansia, warga miskin hingga pekerja migran

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat Pidato Pembangunan dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-81 RI, di aula Fernandes, Sabtu (15/8/2026).

Bacaan Lainnya

“Dasa Cita keempat yakni membangun kesejahteraan dengan data akurat, pelayanan mudah dijangkau, dan jaminan sosial tepat sasaran,” kata Melki.

Diakui Melki, komitmen itu mulai terlihat dari angka. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan di NTT tercatat 17,52 persen. Angka itu turun 1,08 poin dibandingkan Maret 2025.

“Penurunan ini menjadi pijakan Pemprov NTT, untuk memperluas perlindungan bagi kelompok miskin, pekerja rentan, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan pekerja migran,’ jelas Melki.

Agar bantuan tidak meleset, kata Melki, Pemprov memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional DTSEN. Data ini disinkronkan dengan SIAK dan data sektoral lain, sebagai dasar penyaluran program BPJS Ketenagakerjaan, rumah layak huni, OVOP, P2L, dan bantuan pangan. Kelompok miskin, disabilitas, dan lansia juga dilibatkan langsung dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Pos terkait