Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Ada jam-jam tertentu untuk membuang sampah, dan mobil akan datang mengangkut pada pukul 06.00 Wita,” ujar Hengky Malelak.
Pengalaman di tempat lain, petugas sudah mengangkut sampah, setelah itu warga baru membuang sampahnya, sehingga memberi kesan bahwa petugas tidak mengangkut sampah, dan membiarkan menumpuk.
Bahkan sering terpantau CCTV, warga yang melewati jalan tersebut, membuang sampah bungkus bekas makanan ringan atau botol kosong air mineral, langsung dari dalam mobilnya lewat jendela, dilakukan secara sembarang, yang akhirnya jatuh diluar TPS.
“Sangat disayangkan tabiat orang seperti itu, mengendarai mobil mewah, tapi tidak paham akan kebersihan lingkungan,” kata Hengky Malelak.
Begitu juga di Oesapa Barat, warga melalui TPS Reduce, Reuse, Recycle (3R) melakukan daur ulang sampah menjadi paving block, sehingga memiliki nilai ekonomis.
Tidak kalah menarik, di Kelurahan Bakunase II terdapat komunitas peduli sampah, yang didalamnya terdiri dari orang-orang muda, tetapi dikoordinir oleh salah satu ketua RT yang memang mempunyai jiwa muda.
