Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp BarometerNTT.Com
+Gabung
“Inilah semangat kolaborasi. Kota tidak bisa maju kalau hanya wali kota yang bergerak. Kota maju kalau warganya ikut bergerak,” ujar Christian Widodo.
Menurut Christian Widodo, nama “Beta Bersih” memiliki makna mendalam. Kata “beta” berarti saya, sebuah filosofi bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri.
“Bukan tunggu pemerintah, bukan tunggu orang lain. Mulai dari beta. Kalau kita mau maju, semua harus dimulai dari diri sendiri,” kata Christian Widodo.
Christian Widodo menegaskan, lomba ini bukan semata mencari kelurahan terbersih, melainkan membangun kesadaran kolektif.
“Ini bukan tentang siapa yang paling bersih, tapi siapa yang paling peduli. Bukan mengejar piala, tetapi membangun budaya. Kita ubah kalimat ‘itu bukan tugas saya’ menjadi ‘ini beta punya tanggung jawab’,” tandasnya.
Christian Widodo juga meminta tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menilai secara objektif dan adil.
Ketua Satgas Lomba KBB, Irsan Dardana menjelaskan, bahwa komunitas ini lahir dari keresahan, melihat persoalan sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota usai pelantikan Wali Kota pada Februari 2025.
